Tidak terkategori


Kenapa hujan selalu membuat perasaanku jadi sentimentil ???

Tidak semua pertanyaan harus terjawab.

Tidak semua harus ditanyakan.

Tidak semua jawaban harus dipertanyakan.

Namun tidak semua pertanyaan harus dikubur dalam – dalam, seperti kau inginkan….

Aku tak tahu  sampai kapan harus kutahan

Kutakut pertanyaan-pertanyaan ini kan membunuhku ….

Mengutip lagunya James Blunt :

“I’m not calling for a second chance.

I’m screaming on the top of my voice.

Give me reason, but don’t give me choice.

Cause I’ll just make the same mistake again.”

James Blunt -  Same Mistake

       Sumpah, saya jarang melakukan hal seperti ini (paling tidak, dulu ketika masih SMA). Mengerjakan tugas baru pada hari H pengumpulannya. Sejak masuk ITB, hal ini telah menjadi suatu kebiasaan (yang buruk). Saya paling sering mempraktekkan hal ini ketika mengerjakan PR Fidas. Sengaja datang lebih awal agar dapat menyontek dari teman yang sudah mengerjakan. Mungkin ini gara-gara kebiasaan buruk saya yang suka menunda-nunda pekerjaan. Saya ini memang tipe orang yang belum bersemangat mengerjakan sesuatu (bahkan tidak ada ide / inspirasi yang muncul!) jika belum mepet ama deadline-nya.         Dan kali ini korbannya adalah tugas pertama ARC. Yaitu membuat tulisan tentang FreeBSD. Ngumpulin bahannya emang udah beberapa hari yang lalu. Tapi membaca bahan-bahan tersebut baru dilakukan hari ini. Minggu ini emang banyak kegiatan (latihan KPA yang hampir tiap hari, tugas pendahuluan OOP, dll) yang membuatku malas mengerjakan tugas ini. Apalagi FreeBSD adalah hal benar-benar baru bagi saya (sumpah, saya belum pernah mendengar nama itu sebelum saya mendaftar ARC!). Jadi … no comment -_-  

Di tahun yang baru ini, aku memutuskan untuk memulai hidupku yang baru. Memulai hidup yang baru di sini berarti “membuang” hal-hal yang tidak berguna dalam hidupku di tahun sebelumnya dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Aku membuat beberapa resolusi (baru tahun ini, lho, aku bikin resolusi kayak gini). Moga-moga bisa terlaksana.

Hal yang pertama kulakukan adalah mulai memikirkan masa depanku. Antara lain lebih rajin belajar dan mencari informasi tentang hal-hal yang ingin kulakukan setelah lulus kuliah nanti. Entah itu kerja atau ngelanjutin ke S2 harus kita pikirkan dari sekarang. Mumpung masih TPB (Tahap Paling Bahagia) di ITB. Jadi, masih punya banyak waktu luang.

Hal yang kedua yang kulakukan adalah berhenti mengejar-ngejar orang yang (sempat) aku sukai. Setelah sembilan tahun (sejak kelas tiga SD bo!) selalu gagal dalam hal percintaan, aku merasa bosan (kelelahan maksudnya). Kenapa aku yang harus selalu mengejar-ngejar dia? Kenapa bukan dia yang gantian ngejar-ngejar aku gitu? Toh, jika dia memang cinta sejatiku, kami tetap akan bersatu kan?

Mulai tahun ini aku ingin lebih berkonsentrasi ke kuliahku dan teman-teman (baik teman-teman lama maupun baru). Soalnya aku baru nyadar kalo waktu SMP dan SMA, aku ini individualis banget. Nyadarnya waktu buka-buka buku kenangan SMA. Ternyata teman-temanku (bahkan kenalan) sangat sedikit.

Hal yang ketiga adalah adalah membuka tabungan baru. Tabungan ini rencananya akan kugunakan sebagai modal usaha jika aku sudah lulus nanti. Berarti batas waktuku untuk mengumpulkan uang kira-kira 3 (jika aku lulus cum laude) sampai 3,5 tahun lagi. Aku terinspirasi teman sekamarku, Okta, yang melakukan hal yang sama. Rencananya setelah lulus nanti, kami masih ingin bekerja sesuai dengan keahlian kami tapi juga ingin mempunyai penghasilan tambahan. Menurut buku ”Rich Dad, Poor Dad” karya Robert T. Kiyosaki, bekerja dan mencari uang itu adalah dua hal yang berbeda. Bekerja itu sesuai dengan minat atau pendidikan yang kita tempuh. Bekerja membutuhkan konsentrasi kita secara penuh sedangkan mencari uang tidak begitu. Jadi, tidak ada isitlah bekerja setengah-setengah karena penghasilannya tidak memadai kan?

Hal keempat adalah mulai mengatur keuanganku. Salah satunya dengan membuat daftar belanja kebutuhan sebulan (sudah dikalikan dengan harga barang). Kita jadi tahu perkiraan pengeluaran kita sebulan. Dengan adanya tabungan yang baru, keuanganku harus lebih dihemat supaya tabunganku bisa terisi lebih banyak. Tapi hal ini dirusak dengan adanya liburan di sela-sela ujian. Jumlah uang yang dikeluarkan jadi tidak teratur. Kayaknya baru bisa direalisasikan bulan depan. Tapi aku juga pengen lebih sering membeli koran atau majalah (agar tidak tertinggal dari peradaban). Lagipula, jurusanku mengharuskanku melek teknologi.